INSAF DI PINTU BESI
Melihat melalui tirai besi tiap sudut berdiri
aku termenung dan termanggu
mengenang nasib diri yang ku tempa sendiri
melalui lorong-lorong sial yang penuh kejahatan
akhirnya aku terkulai busuk di sini
Melihat melalui tirai besi tiap sudut berdiri
aku terkenang nasihat perempuan tua ku panggil ibu
persis segar seperti dulu dalam kotak fikiranku -
nak…kau jadikan kekurangan ini sebagai medan abadi
kau titiskan derita dunia di setiap langkah jaya mu
jangan sekali belakangi agama
kelak nanti dirimu merana-
Ibu…tangan inilah yang menempelak pipimu tuamu
kaki inilah yang menerajang tubuh uzurmu
hingga kau rebah jatuh ke sudut duka
jeritpedihmu tidak ku hiraukan
air matamu tidak kukesatkan
sedikitpun tidak kukesali perbuatanku
bila amarah nan bersatu dalam tubuh jahatku
hanya kerna durjana dadah
Melihat melalui tirai besi tiap sudut berdiri
aku rindu sawah dan lumpur bendang
tempat bermain di waktu kecil
bersama ibu yang tekun berkerja
demi anakmu yang tercinta
tika pohon hayatmu masih segar
Melihat melalui tirai besi tiap sudut berdiri
aku sujud mengadap pinta nur dari mu ya Rabbi
menadah tangan memohon keampunan
dari dosa-dosa semalam
yang tak mungkin ditelan badai kengerian
agar Kau terus memberi peluang
pada insan yang insaf di pintu besi.
Wednesday, March 12, 2008
INSAF DI PINTU BESI
Posted by azizan pawi at 5:18 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment