Telah kita kecapi nikmat selaut merdeka
setelah sekian lama pewira bangsa berenang
dalam badai derita
nyaris lemas dalam lautan peluru tak bermata
namun tak mungkin ditelan ombak kengerian
Terungkap melalui jendela sejarah
menguit tika dibuka waktu
kau tabah menghipun debu-debu bahagia
walau ditiup ribut penjajahan bangsa
yang kunjung menabur baja-baja kekejaman
pada pohon-pohon usia kemanusian
Walau rantingmu decantas belati petualang
namun pucut semangatmu tetap tumbuh
tika pohon usiamu dibasahi hujan perpaduan
demi sebuah bangsa,
Keranamu Malaysia.
Komen:
puisi yang dihasilkan ini pada asasnya adalah sangat memuaskan. dengan menampilkan beberapa elemen asasnya seperti bentuk, rangkap maka ia boleh dianggap puisi ini menepati stendert yang telah ditetapkan. persoalan yang diutarakan begitu meyakinkan seolah-olah pemuisi berada dalam dunia tersebut.

0 comments:
Post a Comment